Jakarta, CNBC Indonesia- Tekanan di pasar modal RI terus berlanjut pada perdagangan Senin (19/10) usai MSCI mengumumkan adanya potensi Indonesia turun ke "Standalone Market" di tengah kekhawatiran terhadap transparansi kepemilikan saham, konsentrasi saham hingga dugaan perdagangan terkoordinasi.
Presiden Direktur PT Panin Asset Management, Ridwan Soetedja menyebutkan risiko pasar saham RI turun ke Standalone Market erat kaitannya ke isu transparansi kepemilikan saham hingga free flood saham. Saat ini upaya perbaikan telah dilakukan oleh regulator dan otoritas bursa sehingga pengumuman MSCI cukup mengagetkan pelaku pasar.
Saat ini dibutuhkan upaya Bersama untuk memenuhi kriteria MSCI terkait 3 hal yang harus dipenuhi yakni terkait transparansi saham, perdagangan terkoordinasi dan penegakan aturan bursa sehingga dibutuhkan kecukupan dan konsistensi penerapan kebijakan di bursa saham.
Seperti apa MI melihat dampak dan upaya perbaikan yang dibutuhkan bursa saham terhadap sentimen MSCI? Selengkapnya simak ulasan Shania Alatas dengan Presiden Direktur PT Panin Asset Management, Ridwan Soetedja dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 19/10/2026)a
