Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa pagi di zona merah. IHSG dibuka di level 5.914,98, turun sekitar 21,17 poin atau 0,36%,
Pelemahan tidak berhenti di pembukaan. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 5.915,00, lalu tertekan hingga titik terendah 5.881,75. Pada 09.00 WIB, IHSG berada di 5.885,81, melemah 50,34 poin atau 0,85 persen dari penutupan sebelumnya.
Aktivitas perdagangan pada menit-menit awal tercatat cukup ramai. Volume transaksi mencapai 12,78 juta lot dengan nilai Rp264,6 miliar.
Setelah babak belur pada perdagangan kemarin, pasar keuangan Indonesia kemungkinan masih dihadapkan pada banyaknya tekanan hari ini.
Gonjang-ganjing mengenai MSCI, memanasnya perang hingga pertemuan Dana Moneter Internasional (IMG) akan menjadi penggerak pasar hari ini:
Berikut beberapa sentimen pasar hari ini:
1. Perkembangan Perang: Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal dan Drone
Arab Saudi kembali menghadapi serangan rudal dan drone dari kelompok Houthi Yaman pada Senin (12/10/2026). Bandara Internasional Riyadh masih ditutup setelah serangan rudal pada Sabtu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan ancaman serangan baru di tengah eskalasi konflik yang meluas dari perang Amerika Serikat (AS)-Iran. Houthi juga terus menargetkan fasilitas minyak dan infrastruktur Saudi, memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global.
Arab Saudi kembali terlibat dalam konflik Yaman untuk menekan Houthi di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak. Namun, pasukan yang didukung Riyadh masih menghadapi perlawanan di sejumlah front.
Di tengah konflik, Iran menawarkan diri menjadi mediator antara Houthi dan Arab Saudi. Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) menyerukan penguatan kerja sama keamanan dan pertahanan negara-negara Teluk.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan Washington mempertimbangkan bergabung dengan Arab Saudi untuk menyerang Houthi. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda AS melancarkan operasi militer.
2. Harga Minyak Naik, Indeks Dolar Melonjak
Harga minyak dunia naik hampir US$2 per barel pada perdagangan Senin (12/10/2026). Serangan terhadap Arab Saudi memicu kekhawatiran gangguan pasokan, mengalahkan sentimen tambahan pasokan minyak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan peningkatan ekspor diesel Rusia dan gencatan senjata Rusia-Ukraina untuk serangan terhadap infrastruktur energi.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup naik US$1,93 atau 1,8% ke level US$106,65 per barel, tertinggi sejak 15 September. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,89 atau 2% menjadi US$93,74 per barel.
3. Isu MSCI
Analis Phintraco Sekuritas Desy Erawati menilai, sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih membayangi pergerakan IHSG. Pasar mencermati risiko penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market, serta prospek pencabutan pembekuan sejumlah perubahan indeks MSCI yang diproyeksikan pada semester II-2027.
"Isu-isu di market masih berkaitan dengan MSCI," ujar Desy kepada CNBC Indonesia, Senin (12/10/2026).
(rob/rob)
[Gambas:Video CNBC]
