Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa upaya maksimal telah dilakukan bersama regulator pasar modal lainnya untuk merespons tekanan yang melanda pasar saham Indonesia akibat sentimen dari MSCI. Penegasan itu disampaikan di tengah anjloknya bursa saham Tanah Air.
Diketahui, OJK bersama dengan regulator pasar modal lainnya seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga telah menggelar pertemuan dengan para pelaku pasar dan finfluencer pada Minggu, 18 Oktober 2026. Hari ini, rencananya pihaknya juga akan kembali membahas dengan MSCI terkait nasib masa depan status bursa Indonesia.
Saat ditanya terkait hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjawab singkat dan berharap situasi pasar saham Indonesia dapat kembali membaik
"Makasih ya, kita udah melakukan berbagai upaya, semoga situasinya oke," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Saat ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terpuruk pada perdagangan Senin (19/10/2026). Hingga pukul 10.29 WIB,IHSG berada di level 4.916,81, turun 268,30 poin atau 5,17%.
Tekanan jual sudah terlihat sejak pembukaan. IHSG dibuka di 4.961,88, atau melemah sekitar 223 poin dari posisi penutupan akhir pekan, sehingga indeks langsung terjun di awal sesi. Setelah itu, indeks sempat memantul tipis, dengan level tertinggi hari ini di 4.974,66. Pantulan tersebut tidak bertahan lama dan IHSG kembali tertekan. Level terendah intraday tercatat di 4.907,37, atau koreksi sekitar 5,4%.
Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai. Volume transaksi mencapai 141,26 juta lot dengan nilai sekitar Rp8,22 triliun.
Sebelumnya, melalui konferensi pers di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026), Friderica memaparkan sejumlah langkah konkret reformasi pasar modal. Dari sisi transparansi, ambang batas keterbukaan kepemilikan saham diturunkan dari 5% menjadi 1%.
Klasifikasi tipe investor juga diperluas dari semula 9 jenis menjadi 39 jenis, sementara ketentuan free float dinaikkan secara bertahap. Menurut Friderica, langkah-langkah itu juga dapat diterima oleh komunitas investor global, termasuk dari sisi penegakan aturan.
OJK menyebut MSCI telah menyampaikan secara resmi bahwa tinjauan (review) akan dilakukan pada November, dan jadwal tersebut dihormati. OJK juga menyatakan menghormati independensi penyedia indeks global, termasuk MSCI, serta menghargai setiap masukan dari para pemangku kepentingan.
Di balik tekanan pasar, Friderica menilai prospek pasar modal domestik tetap menarik. Ia menyebut fondasi ekonomi Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertambah, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menambahkan bahwa masukan MSCI sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia, terutama soal penegakan hukum yang konsisten dan berkelanjutan. OJK berkomitmen memperkuat penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar, dengan berkoordinasi bersama semua pihak terkait.
Ke depan, OJK bersama lembaga self-regulatory organization (SRO) akan melanjutkan dialog yang konstruktif dengan penyedia indeks dan investor institusi global. Dialog itu dimaksudkan agar otoritas dapat menyampaikan perkembangan terbaru reformasi sekaligus menerima masukan untuk penyempurnaan kebijakan.
(rob/rob)
[Gambas:Video CNBC]
