Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia terus memperluas jangkauan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Lintas Negara atau QRIS Cross Border hingga ke India.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti pun mengatakan, telah berdiskusi dengan bank sentral India untuk merealisasikan penerapan QRIS cross border dengan India.
Pertemuan tersebut dilakukan sebelum bertemu dengan bank sentral Timor Leste untuk membicarakan pemanfaatan QRIS cross border.
Bahkan, Timor Leste sendiri menjadi negara ketujuh yang bergabung dalam ekosistem QRIS Cross Border saat Festival Ekonomi Keuangan Digital yang diadakan pada Jumat (25/9/2026).
Destry mengatakan pada sebulan sebelum tanda tangan kerja sama dengan Timor Leste tersebut, dirinya sudah bertemu dengan Bank Sentral India untuk membahas kerja sama QRIS antar negara.
Destry melihat peluang dibuka QRIS Cross Border karena melihat banyaknya turis antar negara yang saling berwisata baik ke Indonesia maupun India.
"Jadi kita sama-sama melihat bagaimana kita memberikan pelayanan, kemudahan kepada masyarakat kita, sehingga mereka juga dalam transaksi menjadi lebih nyaman," jelas Destry kepada CNBC Indonesia dikutip Senin (12/10/2026).
Untuk diketahui, saat ini QRIS cross border sudah terhubung di 7 negara, baik transaksi inbound dan outbound. Adapun 7 negara sudah tergabung sebelumnya adalah China, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Timor Leste.
Penjajakan di Hong Kong
Bank sentral Indonesia dengan Hong Kong sepakat untuk membahas penggunaan QRIS Lintas Negara atau Cross Border.
Kesepakatan ini tertuang dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara BI dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA) pada 24 September 2026.
"MoU tersebut telah ditandatangi oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti dan Chief Executive Hong Kong Monetary Authority, Eddie Yue," dikutip dari siaran pers BI, Senin (12/910/2026).
MoU tentang penguatan kerja sama di bidang pembayaran lintas negara berbasis Quick Response (QR) code ini berisi tentang komitmen kedua bank sentral untuk memperkuat hubungan bilateral, serta membangun mekanisme kerja sama yang efektif untuk mendorong pembayaran lintas negara.
Mekanisme pembayaran lintas negara ini diharapkan mampu lebih cepat terjangkau, transparan, dan inklusif.
"Berdasarkan MoU tersebut, kedua pihak akan menyelenggarakan dialog terkait aspek teknis, operasional, dan regulasi yang relevan, serta menjajaki skema untuk memfasilitasi interoperabilitas pembayaran lintas negara berbasis QR code di antara kedua wilayah," sebagaimana tertera dalam siaran pers BI.
Tembus Arab Saudi
Bank Indonesia juga berharap kerja sama serupa dapat segera terealisasi dengan Arab Saudi selain dengan tujuh negara yang sdah resmi maupun dengan India dan Hong Kong yang dalam tahap pembicaraan.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan konektivitas dengan Arab Saudi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia yang menjalankan ibadah umrah maupun haji karena transaksi dapat dilakukan langsung melalui ponsel tanpa perlu menukarkan uang terlebih dahulu.
"Nanti kalau pergi umrah pergi haji nggak perlu tukar-tukar duit ya cukup bawa handphone-nya dan diisi saldonya," ujarnya dikutip Senin (12/10/2026).
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]
