Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya anagata Nusantara (BPI Danantara) memandang, usulan MSCI terkait potensi penurunan klasifikasi pasar Indonesia perlu ditanggapi secara serius karena berkaitan dengan kepercayaan investor.
Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengingatkan bahwa usulan tersebut belum merupakan keputusan final. Menurutnya, reformasi pasar modal harus terus berjalan dan hasilnya perlu terlihat. Upaya memperkuat transparansi, keadilan, dan kepercayaan investor menjadi bagian penting dalam membangun pasar modal yang lebih berkualitas.
"Reformasi memang tidak selesai dalam semalam, tetapi harus konsisten dan hasilnya harus terlihat," ujarnya mengutip sosial media Instagram, dikutip Jumat (23/10/2026).
Selain MSCI, Pandu juga menyoroti indeks global lainnya seperti FTSE Russell yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori secondary emerging market, meskipun efektivitas reformasi pasar modal Indonesia masih terus dipantau.
Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan penilaian di antara penyedia indeks global terhadap pasar saham Indonesia. Karena itu, respons terhadap dinamika klasifikasi indeks perlu dilakukan secara seimbang, dengan tetap memperhatikan agenda perbaikan pasar.
"Reformasi pasar modal yang sedang berjalan itu harus kita dukung dan dampaknya harus bisa kita buktikan," sebutnya.
Ia menegaskan, pasar modal yang kuat bukan hanya ditentukan oleh kenaikan indeks saham. Pasar yang berkualitas juga harus mampu memberikan akses pendanaan kepada perusahaan yang memiliki prospek bisnis baik sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi.
Menurut Pandu, kekuatan perusahaan Indonesia perlu diterjemahkan menjadi investasi produktif, ekspansi usaha, dan penciptaan lapangan kerja.
Ia pun menyatakan dukungannya terhadap langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pasar modal sesuai peran masing-masing.
Bagi investor, Pandu mengimbau agar tetap optimistis, tetapi disiplin dalam mengambil keputusan. Investor perlu memahami bisnis perusahaan yang dibeli, melakukan diversifikasi, serta menyesuaikan investasi dengan profil risiko masing-masing.
Pandu berharap reformasi yang sedang berjalan dapat memperkuat pasar modal Indonesia secara berkelanjutan, sehingga perusahaan berkualitas memperoleh pendanaan yang memadai dan masyarakat dapat menikmati manfaat pertumbuhan ekonomi melalui investasi.
"Semua itu kita harus melihatnya secara seimbang. Ada persoalan yang perlu diperbaiki, tapi bukan berarti perusahaan-perusahaan di bursa kita memiliki fundamental yang buruk," tutupnya.
(rob/rob)
[Gambas:Video CNBC]
