Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyarankan agar investor domestik memanfaatkan keluarnya investor asing dari pasar saham dengan menyerok atau memborong saham yang harganya turun.
Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan bahwa pihaknya telah memulai konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) menjadi Standalone Market (pasar mandiri).
Menurutnya, aksi asing itu terjadi karena mengikuti MSCI, padahal indeks dan analisis tidak hanya datang dari MSCI.
"Malah mungkin dengan asing keluar, harga turun, investor dalam negeri silakan serok aja sekarang," kata Dradjad kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).
Dradjad mengatakan investor domestik perlu lebih tenang dan tidak mudah panik. Menurutnya, kepanikan terjadi karena investor domestik belum terbiasa menghitung sendiri, dan mungkin belum percaya diri melakukannya. Dia pun mengingatkan, uang yang ditaruh di pasar modal adalah tabungan untuk membeli rumah dan biaya sekolah anak.
"Kalau gampang panik akan rugi. Tapi kalau kita nggak gampang panik, itu akan bisa lebih aman," ujarnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ada di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I Jumat (16/10/2026). IHSG berada di level 5.233,00, turun 630,78 poin atau 10,76%.
IHSG telah jatuh pada saat pembukaan perdagangan di level 5.393,92 atau melemah 8,01% pada pukul 09.00 WIB, lalu sempat menyentuh titik terendah hari ini di 5.193,22. Level tertinggi tercatat di 5.404,51,
Total volume perdagangan tercatat 380,08 juta lot dengan nilai transaksi Rp16.508,81 miliar atau sekitar Rp16,51 triliun.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
