Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis (22/10/2026), di tengah perhatian investor terhadap kinerja keuangan emiten teknologi Amerika Serikat (AS) dan prospek investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Melansir CNBC, Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,67%, sedangkan Nikkei 225 Jepang naik 0,19% dan S&P/ASX 200 Australia bergerak datar.
Pergerakan bursa Asia berlangsung setelah saham-saham AS ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya, dengan indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 360 poin, sementara Nasdaq Composite ditutup menguat 1% seiring dorongan dari saham-saham teknologi dan optimisme terhadap bisnis AI.
Dari perkembangan korporasi, saham Meta Platforms menguat 2% dalam perdagangan setelah penutupan bursa atau extended trading. Perusahaan induk Facebook dan Instagram tersebut membukukan pendapatan di atas ekspektasi pasar serta memberikan proyeksi kinerja yang kuat untuk kuartal berjalan.
Sementara itu, Tesla melaporkan pendapatan dan laba kuartal III-2026 yang lebih baik dari perkiraan analis, tetapi saham produsen kendaraan listrik tersebut terakhir tercatat turun 3% dalam perdagangan setelah penutupan bursa. Perbedaan reaksi pasar terhadap kedua saham tersebut menjadi perhatian investor dalam mencermati prospek perusahaan teknologi AS.
Mitra sekaligus Direktur Pelaksana Senior Yorkville Ives, Dan Ives, menilai hasil kuartalan Meta menunjukkan bahwa investasi AI mulai memberikan hasil bagi bisnis intinya. Ia juga mengatakan belanja perusahaan tersebut lebih terkendali dari yang dikhawatirkan pasar, setelah Meta mempersempit kisaran proyeksi belanja modal terkait pusat data untuk sepanjang tahun ini.
Optimisme terhadap sektor AI turut didorong oleh kinerja kuartalan SpaceX yang melampaui ekspektasi dan memicu antusiasme investor terhadap tema investasi tersebut. Saham Micron Technology dan Advanced Micro Devices (AMD) ikut menguat, sementara Super Micro Computer meningkatkan proyeksi pendapatan awal untuk kuartal I tahun fiskal 2027.
Selain itu, investor mencermati langkah Nvidia yang mengumumkan rencana memperluas kapasitas manufaktur global bersama mitra rantai pasoknya. Ekspansi tersebut ditujukan untuk memenuhi peningkatan permintaan terhadap komputasi akselerasi dan platform pabrik AI terintegrasi milik perusahaan semikonduktor tersebut.
Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada sejumlah laporan keuangan perusahaan AS yang dijadwalkan terbit pada Kamis, termasuk Procter & Gamble, Lockheed Martin, Valero Energy, dan Honeywell. Investor juga akan mencermati data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan AS untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan prospek perekonomian.
(rob/rob)
[Gambas:Video CNBC]
