Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, kapitalisasi pasar modal Indonesia kini berada di kisaran Rp9.000 triliun. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kapitalisasi pasar tersebut merupakan bagian dari ekosistem sektor jasa keuangan yang berada dalam pengaturan dan pengawasan OJK.
Secara keseluruhan, OJK mengawasi sekitar 3.900 lembaga jasa keuangan dengan total aset mencapai sekitar Rp19.000 triliun.
"Saat ini sekitar 3 900 lembaga aset Rp19.000 triliun dan kapitalisai pasar Rp 9ribu triliun," ujarnya dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Tahun 2026, JIEXPO Convention Centre, 22 Oktober 2026.
Wanita yang akrab disapa KIki ini menjelaskan, cakupannya pengawasan OJK meliputi perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, dana pensiun, inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital termasuk kripto, dan sektor lainnya.
"Tugas OJK mengatur dan mengawasi sektor Jasa Kauangan bapak baik perbankan pasar modal, asuransi, pembiayaan, dana pensiun, inovasi aset keuangan digital, kripto, dan sebagainya," jelasnya.
Friderica juga menyoroti kondisi global yang menekan. Ia menyebut perekonomian dunia sedang menghadapi tantangan dari faktor geopolitik, inflasi yang masih tinggi, serta suku bunga yang bertahan tinggi untuk waktu lama (higher for longer). Situasi tersebut, kata dia, membuat suasana menjadi menantang bagi seluruh perekonomian Indonesia, termasuk pasar modal.
"Tentu saja membuat suasana challenging bagi seluruh ekonomi Indonesia," ucapnya.
Meski demikian, ia melaporkan perekonomian Indonesia masih tumbuh 5,6 persen dan sektor jasa keuangan berada dalam kondisi resilien. Capaian itu ia sampaikan sebagai laporan kepada tamu kehormatan dalam acara tersebut.
"Namun dengan kepemimpinan bapak ekonomi Indonesia tumbuh 5,6%, sektor jasa keuangan dalam keadaan resilien," tutupnya.
(rob/rob)
[Gambas:Video CNBC]
