Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) melesat ke batas auto rejection atas (ARA) pada perdagangan Senin (12/10/2026). Lonjakan ini terjadi usai perseroan mengumumkan akuisisi saham perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Timur.
Berdasarkan data perdagangan, saham BIKE terkunci di level ARA Rp2.670 per saham, melonjak 24,77% atau 530 poin dari penutupan sebelumnya di Rp2.140. Saham BIKE dibuka di Rp2.270 dan sempat menyentuh level terendah Rp2.000 sebelum berbalik menguat tajam dan menyentuh batas ARA usai pengumuman aksi korporasi.
Volume perdagangan tercatat 75,92 ribu lot dengan nilai transaksi mencapai Rp17,98 miliar dan harga rata-rata Rp2.368. Di level ARA, antrean beli menumpuk sebanyak 4.673 lot.
Penguatan ini membuat saham BIKE telah melambung sekitar 1.470% atau lebih dari 15 kali lipat dibandingkan harga penawaran umum perdana (IPO) di Rp170 per saham. Perseroan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 Maret 2022 dengan melepas 323.334.000 saham dan meraup dana IPO sebesar Rp55 miliar.
Caplok 45% Saham Tambang di Kukar
Dalam keterbukaan informasi kepada BEI tertanggal 9 Oktober 2026, BIKE menyampaikan telah resmi mengakuisisi 45% saham PT Sumber Bara Abadi melalui anak usahanya, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE). Langkah ini disebut sebagai upaya mendukung pengembangan usaha sekaligus memperluas portofolio perseroan di sektor pertambangan.
PT Sumber Bara Abadi merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dengan nomor SK 64/1/IUP/PMA/2017 berdasarkan data registri Minerba Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM. Wilayah tambangnya mencakup area seluas 4.909 hektare di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Salah satu aktivitas operasionalnya tercatat di Desa Manunggal Daya, Sebulu.
Manajemen BIKE menyebut kandungan batu bara di konsesi tersebut mencapai sekitar 86 juta metrik ton. Dengan asumsi rata-rata produksi 2 juta metrik ton per tahun, perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar US$84 juta atau setara Rp1,5 triliun (asumsi kurs Rp17.900/US$).
Tak berhenti di situ, BIKE berencana menggenjot produksi hingga mencapai 4 juta metrik ton per tahun mulai 2029.
Akuisisi tersebut turut mencakup fasilitas pelabuhan beserta inventaris conveyor belt, kantor, dan peralatan pendukung lainnya. Perseroan menilai transaksi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat portofolio bisnis dan mengamankan rantai pasok.
"Kami melihat potensi besar pada tata kelola aset tambang ini dan berkomitmen membawa keahlian teknologi serta manajemen kami untuk mengoptimalkan efisiensi produksi," tulis manajemen BIKE dalam keterbukaan informasi yang ditandatangani Direktur I Muhamad Kuswandi.
Adapun nilai transaksi akuisisi tersebut tidak diungkapkan dalam keterbukaan informasi. Perseroan menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut seiring perkembangan proyek, sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku bagi perusahaan tercatat.
Sebelum melirik sektor tambang, BIKE dikenal sebagai emiten perdagangan sepeda dengan nama PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk. Perseroan didirikan di Tangerang pada 2017 dan bergerak di bisnis perdagangan besar sepeda. Di BEI, BIKE masuk dalam sektor Barang Konsumen Non-Primer dengan subindustri Olah Raga & Hobi.
BIKE merupakan pemegang merek Genio Bike sekaligus distributor terbesar sepeda merek United Bike dan Avand. Setiap tahunnya, perseroan mendistribusikan lebih dari 100 tipe sepeda atau lebih dari 300 varian melalui jaringan 319 toko yang tersebar di Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
Perseroan mengklaim berkomitmen mengembangkan industri sepeda dari hulu hingga hilir. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kelas ekonomis, sepeda inovatif, hingga sepeda berkualitas tinggi untuk kebutuhan kompetisi, yang disesuaikan dengan karakter pasar Indonesia.
Kini, dengan identitas baru yang mengusung slogan investasi ketahanan teknologi, laut, pangan, infrastruktur, energi, dan data, BIKE tampak mulai memperluas jangkauan bisnisnya jauh melampaui roda dua.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
