Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar Saham RI terus mengalami tekanan jual usai MSCI pada Jum'at (16/10) mengeluarkan pernyataan terkait potensi pasar modal Indonesia yang berpotensi turun kasta dari "Emerging Market" ke "Standalone Market".
FX Analyst CNBC Indonesia Research, Elvan Chandra Widyatama menyebutkan aksi jual baik dari active fund maupun pasif fund di pasar modal RI akibat sentimen MSCI ini berpotensi terus berlanjut termasuk di saham yang memiliki porsi di Indeks MSCI termasuk perbankan big caps. Saat ini pelaku pasar terus memantau arah reformasi bursa saham Indonesia dalam menjawab pertanyaan dan tantangan dari MSCI.
Aliran dana asing yang keluar dari pasar modal RI turut berdampak pada tekanan nilai tukar Rupiah ke Rp 18.000 per Dolar AS, namun posisi Rupiah dinilai masih cukup stabil dengan volatilitas tidak terlalu besar.
Lalu seperti apa dampak penilaian MSCI terhadap IHSG dan Rupiah? Bagaimana dampak sentiment ini terhadap arah kebijakan suku bunga BI Rate? Selengkapnya simak ulasan Shania Alatas & Aulia Wardhani dengan FX Analyst CNBC Indonesia Research, Elvan Chandra Widyatama dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 19/10/2026)
