Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ternyata tak sendirian. Sebagian besar bursa utama Asia-Pasifik bergerak di zona merah pada sesi perdagangan hari ini. Tekanan terberat terjadi di Korea Selatan dan Jepang.
Mengutip data CNBC, penurunan terdalam dialami indeks KOSPI di Korea Selatan, yang jatuh 494,96 poin atau 8,24% ke level 5.513,85 dari penutupan sebelumnya sekitar 6.008,81. Penurunan sebesar ini tergolong ekstrem untuk sebuah indeks utama.
Sementara di Jepang, Nikkei 225 turun 3.291 poin atau 4,86% ke 64.453,29, dari penutupan sebelumnya sekitar 67.744,29.
Sedangkan indeks China dan Hong Kong juga ikut tertekan, dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Shenzhen Component turun 337,136 poin atau 2,78% ke 11.773,455, yang merupakan penurunan terdalam di antara indeks Tiongkok.
Kepala Riset Pepperstone Group, Chris Weston, mengatakan pasar Asia menghadapi sesi perdagangan yang kembali sulit. Menurutnya, kontrak berjangka Kospi dan Nikkei mengindikasikan pelemahan lanjutan saham teknologi, di tengah perhatian investor terhadap arus dana ETF berleverage dan risiko kredit dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Tekanan terutama melanda saham-saham teknologi yang sensitif terhadap kenaikan biaya pinjaman, termasuk Oracle dan CoreWeave. Prospek suku bunga yang lebih tinggi turut memperbesar kekhawatiran investor terhadap pembiayaan bisnis AI dan jadwal penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Analis JPMorgan menyebut inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan memang menjadi pemicu awal aksi jual di pasar saham AS. Namun, saham teknologi menjadi pendorong utama pelemahan, dengan risiko pendanaan dan jadwal IPO perusahaan AI masih menjadi perhatian investor.
Data indeks harga konsumen (CPI) AS tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dalam setahun ke depan, bahkan berpotensi pada pertemuan bulan ini. Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, pasar kini memperhitungkan probabilitas sebesar 31,6% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed 28 Oktober, naik dari 22,1% sehari sebelumnya.
(rob/rob)
[Gambas:Video CNBC]
