Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan unusual market activity (UMA) alias pergerakan saham di luar kebiasaan pada lima saham sekaligus mulai perdagangan sesi I Selasa (13/10/2026).
Keempat dari lima saham tersebut dicap UMA karena mengalami peningkatan harga saham di luar kebiasaan.
Antara lain, PT Garda Tujuh Buana Tbk. (GTBO) yang sudah naik 50% dalam sebulan terakhir ke posisi harga 234 per saham. Selanjutnya, saham PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) yang melesat 48,33% dalam sepekan saja menjadi 89 per saham.
Kemudian, saham PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO) yang melejit 93,37% ke posisi harga 1.605 per saham. Berikutnya, saham PT Daaz Bara Lestari Tbk. (DAAZ) yang terbang 51,50% dalam sebulan menjadi 2.530 per saham.
Sedangkan satu saham lainnya ditetapkan Bursa sebagai UMA karena mengalami penurunan harga signifikan. Saham itu adalah PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) yang sudah terjun 50,54% ke harga 2.270 per saham.
"Pengumuman Aktivitas Pasar Tidak Biasa (UMA) ini tidak serta merta menunjukkan pelanggaran hukum dan peraturan di sektor pasar modal," kata BEI dalam pengumumannya, dikutip Selasa (13/10/2026).
Bursa menyatakan bahwa mereka saat ini sedang memantau pola transaksi saham-saham tersebut.
Oleh karena itu, Investor disarankan untuk:
a. Memperhatikan tanggapan Perusahaan Tercatat terhadap permintaan konfirmasi Bursa Efek;
b. Mengamati kinerja Perusahaan Tercatat dan pengungkapan informasinya;
c. Meninjau rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat jika rencana tersebut belum disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham;
d. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang mungkin timbul di masa mendatang sebelum mengambil keputusan investasi.
(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]
