Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,64% atau turun 188,49 poin ke level 4.996,61 hari ini. Pelemahan terus terjadi sejak adanya pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Kamis (15/10/2026), waktu setempat.
Pada Jumat (16/10/2026), IHSG bahkan ditutup melemah di level 5.185,105 anjlok 678,675 atau 11,57% dalam waktu satu hari.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pelemahan IHSG kali ini memang disebabkan adanya sentimen negatif.
"Ya biasa kalau ada sentimen negatif kan biasa turun. Tetapi dengan adanya regulasi auto rejection 7% kan relatif terjaga dan penutupan tadi 5.000 lebih sedikit," kata Airlangga.
Saat ditanya ini mengenai penurunan IHSG hingga sempat menyentuh level terendah sejak masa pandemi Covid - 19 lalu, menurutnya ini hal biasa.
"Ya enggak, itu namanya ya naik turun. Tergantung pada isu sentimen," tuturnya.
Diketahui pelemahan IHSG saat ini disebabkan sentimen negatif dari pengumuman MSCI terbaru. Lembaga keuangan asal AS itu memulai konsultasi publik mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Adapun alasan peninjauan ini disebabkan kekhawatiran investor terhadap kelayakan investasi di pasar saham Indonesia, kurangnya transparansi, hingga dugaan praktik perdagangan pembentukan harga saham.
Airlangga pun tidak khawatir dengan pengumuman ini, karena masih ada masa konsultasi yang akan berlangsung hingga bulan Juni 2027 mendatang.
"Kan masih bulan Juni tahun depan. Biasa dia (MSCI) ngancam-ngancam dikit kan," kata Airlangga.
Terpisah, Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, mengatakan IHSG di bawah level 5.000 merupakan dinamika pasar. Menurutnya fundamental ekonomi Indonesia masih bagus, sehingga Danantara berencana menambah kepemilikan di perusahaan plat merah.
Khususnya pada perusahaan BUMN yang memiliki fundamental yang masih bagus.
"Biasa itu dinamika. Yang paling penting fundamental kita bagus. Karena itu dari Danantara Investment Manajemen akan menambah kepemilikannya sayang dong. Jadi gak ada masalah, kita akan ambil tambah kepemilikan kita Insyaallah," tuturnya.
(emy/mij)
[Gambas:Video CNBC]
